Langsung ke konten utama
                                                   ~ Assalamualaikm wr wb.~

Manusia adalah makhluk sosial yang tak bisa hidup tanpa adanya orang lain. kita tak bisa melakukan sesuatu seorang diri, meskipun hal itu merupakan sesuatu yang sepele dan gampang dikerjakan sekalipun, kita tetap membutuhkan peran orang lain. Namun sebagian orang yang terlalu individualis menyatakan bahwa mereka tak butuh yang namanya bantuan orang lain. Mereka menganggap bisa melakukan semuanya sendiri, bahkan lebih baik ketimbang dibantu orang lain.
Anggapan menjijikan itu tak jarang pada akhirnya membuat mereka bersifat seperti orang yang sombong. Mereka merasa bisa melakukan semua sendiri, otomatis secara tak langsung mereka mungkin akan menganggap bahwa mereka adalah orang yang paling berharga, paling cerdas, dan sifat-sifat sombong lainnya, dan ujung-ujungnya dengan mudah meremehkan orang lain. Misalnya saja menganggap orang lain bodoh dan tak berguna.
Andai kalian tahu meskipun kalian adalah orang yang cerdas sekalipun, kalian tak boleh meremehkan keberadaan orang lain. Karena manusia pasti pernah berada pada masa-masa bodoh dan tak tahu apa-apa, termasuk dirimu. Kamu tak mungkin menjadi orang yang sukses dan pintar seperti sekarang jika tidak di dului oleh sifat kebodohan.
Lambat laun manusia belajar dari setiap kesalahan-kesalahannya. Dan takutnya apa yang kalian anggap itu adalah sesuatu yang salah, karena kita tidak tahu apa yang dirahasiakan seseorang. Bisa jadi kan dia lebih hebat dari kalian. Namun sayangnya dia tidak tertarik menjadi pusat perhatian banyak orang.

Dalam sitausi apapun, jangan biarkan emosimu mengalahkan kecerdasanmu.
Aku cukup bodoh bukan, menerima luka ini dengan iklash.
Aku sadar, aku memang bodoh. Aku masih saja menunggumu, dan masih saja berharap kau mencintaiku.
Kadang meski terus terluka, kamu tetap tak ingin melepasnya. Meski terdengar bodoh, tapi kamu masih berharap dia akan berubah.
Jangan terlalu mengambil hari didepanku. Aku tak bodoh untuk membedakan antara rasa dan risi.
Terkadang membodohi diri sendiri itu mudah. Cukup merindukannya walau tak terbalaskan, cukup bertahan meskipun dia sudah tak lagi nyaman.
Lawan yang pandai lebih baik daripada teman yang bodoh.
Orang bijaksana berpikir tanpa berbicara, orang bodoh berbicara tanpa berpikir.
Pernah bodoh karena berjuang, pernah berjuang sampai bodoh. Dan setelah sadar telah bodoh, sudah berjuang untuk orang bodoh.
Menjadi dewasa dan bijak diawali dengan menjadi muda dan bodoh.
Orang bijak belajar ketika mereka bisa. Orang bodoh belajar ketika mereka terpaksa.
Orang bodoh mengatakan dirinya bijak, orang bijak tau bahwa dia bodoh.
Orang yang suka bertanya akan kelihatan bodoh lima menit, sedangkan orang yang tidak suka bertanya akan bodoh selamanya.
Jangan malu terlihat bodoh, malulah saat kita pura-pura pintar.

Jika orang bodoh berbicara maka janganlah engkau menjawab, karena sebaik-baiknya jawaban bagi orang bodoh adalah diam.
Diam adalah respon terbaik untuk orang bodoh.
Salah satu hal yang menyedihkan ketika kamu terlalu baik pada seseorang, dia akan berpikir kamu cukup bodoh untuk dimanfaatkan.
Terkadang tidak ada perbedaan antara orang bijak dan orang bodoh, ketika jatuh cinta.
Pamer adalah ide bodoh untuk sebuah kemenangan.
Terlihat sedikit bodoh akan lebih baik jika kita tidak pintar.
Kita tidak kan pernah menjadi sangat cerdas jika belum pernah melakukan sesuatu yang sangat bodoh.
Hidup ini adalah pilihan yang kamu putuskan. Jika kamu tak ingin terlihat bodoh, jangan lakukan hal yang bodoh.
Menipu orang pintar lebih mudah daripada meyakinkan orang bodoh bahwa dirinya telah ditipu.
Jangan berdebat dengan orang bodoh, sebab anda akan tertarik ke level meeka. Dan mereka akan memenangkan perdebatan itu, sebab mereka jauh lebih berpengalaman di level itu.
Kadang logika itu penting daripada menuruti hati hanya membuat kita terlihat bodoh.
Orang bijak berbicara karena mereka memiliki sesuatu untuk dikatakan, orang bodoh berbicara karena mereka harus mengatakan sesuatu.
Jangan hiraukan mereka yang berbicara buruk di belakangmu, karena merekalah yang bodoh menghabiskan waktunya memikirkan tentangmu.
Jika seseorang cukup bodoh meninggalkanmu, kamu harus cukup pintar melupakannya. Jangan memintanya bertahan ketika dia ingin pergi.

                  

Sebuah Janji – Terbaik




Janji adalah sebuah kata yang mempunyai makna yang dalam, karena janji adalah salah satu tolak ukur penilaian seberapa besar orang tersebut bisa dipercaya. Ada kata kata mutiara yang berbunyi “janji merupakan sebuah hutang yang harus dibayar”. Kata kata tersebut bukanlah sebuah hiasan pribahasa atau pepatah semata, lebih dari itu, makna sebenarnya yang terkandung dalam kata kata tersebut adalah bahwa janji sama halnya seperti kita berhutang, ada hak seseorang didalamnya yang harus kita bayar.
Janji ibaratnya sebuah pisau bermata dua, disatu sisi ia dapat menenangkan hati seseorang, karena sebuah janji kadang bisa memberikan harapan yang jelas tentang sebuah masalah. Contohnya seperti ini, ketika kamu sedang mempunyai masalah sama pacar atau pasangan, salah satu cara untuk bisa meredakan marah pacar kamu adalah dengan cara berjanji, membuat janji untuk tidak melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. Mendengar janji tersebut, secara tidak langsung membuat perasaan pacar kamu menjadi tenang.
Kemudian disatu sisinya lagi adalah janji dapat menyakiti hati seseorang. Biasanya dikarenakan ada sebuah janji yang tidak bisa ditepati, hal inilah yang membuat seseorang kadang merasa dibohongi dengan adanya janji manis namun palsu. Ibaratnya rasa tenang dihempaskan dengan harapan yang semu.
Contohnya seperti ini, kamu janjian sama sahabat kamu untuk bertemu pada sore hari, namun saat waktunya tiba, teman kamu malah mengingkari janji tersebut, dan tidak datang ke tempat perjanjian karena sebuah alasan. Padahal dia yang membuat janji, dan dia juga yang ingkar janji. Lalu pertanyaannya, gimana perasaan kamu ? mungkin agak sedih dan sedikit sakit hati.
Jadi mulai saat ini, berhati-hatilah untuk membuat janji, kalo memang harus terpaksa berjanji, usahakanlah janji tersebut bisa ditepati, karena kamu saat ini sedang bermain dengan namanya kepercayaan. Jangan sampai akibat dari tidak menepati janji, membuat orang lain tidak mempercayai kamu lagi. Namun apabila kamu sudah terlanjur berjanji dan tidak sanggup menepati janji, ada baiknya untuk segera meminta maaf kepada orang yang terkait supaya orang tersebut tidak menyimpan rasa sakit hati.
Janji yang ditepati adalah kunci kepercayaan.
Janjimu tak seindah pembuktianmu.
Sebaiknya tak usah berjanji bila tak yakin bisa menepatinya.
Terus berusaha adalah bentuk pengucapan janji yang elegan.
Banyak hal tak perlu dijanjikan, tapi dilakukan.
Kepercayaan hanya bisa didapat dari janji yang ditepati.
Kadang, janji adalah kebohongan termanis.
Jika Anda berjanji untuk tinggal, saya berjanji untuk tidak pernah pergi.
Manisnya janji jika tak ditunjukan lewat perbuatan nyata hanya akan menggoreskan luka dihati.
Yang lebih bernilai dari sebuah janji bukanlah kata-kata, tapi sebuah tindakan.

Kesetiaan berarti ketulusan untuk menyimpan satu hati didalam hati dan berjanji untuk tidak akan menghianati.
Lebih baik berusaha untuk tidak berjanji daripada berusaha mencari-cari alasan atas janji yang tidak dipenuhi.
Percuma saja janji yang kau beri, bila selama ini tak satupun yang pernah kau tepati.
Sesungguhnya dibalik kata maaf ada janji untuk menjadi lebih baik dan tak akan mengulangi kesalahan yang sama.
Kita bukannya harus berjanji untuk tidak saling menyakiti, tetapi kita harus berjanji untuk tetap bertahan meskipun salah satu dari kita tersakiti.
Bukanlah janji dan ucapan yang penting, yang jauh lebih berharga adanya tindakan dalam menepati semuanya.
Terkadang membuat seseorang mengucapkan janji, sama dengan memberi mereka siksaan. Jangan memaksa seseorang mengucapkan janji karena keterpaksaan akan melahirkan ketidaknyamanan.
Sebuah janji dapat memberi kekuatan jika diucapkan pada orang, waktu dan untuk alasan yang tepat.
Kita tak bisa memastikan sebuah janji akan terwujud, kita hanya mampu berusaha mewujudkan janji tersebut.
Janji paling sulit untuk kamu penuhi adalah menepati semua janji yang pernah kamu ucapkan.
Seringkali orang tidak menyadari bahwa dia sedang berjanji saat mengucapkannya.
Orang bisa dihargai karena menepati satu janji, bukan ketika berani mengucapkan seribu janji,

Jangan membuat janji yang tidak bisa kamu tepati, dan jangan katakan sesuatu kecuali kamu bersungguh-sungguh.
Jauh lebih baik tidak menjanjikan apapun dan mencoba untuk memberikan segalanya yang terbaik. daripada menjanjikan segalanya namun tidak memberikan apa-apa.
Kadang setelah seseorang tidak menepati janjinya, kata maaf tidak berarti apa-apa.
Aku berjanji untuk selalu melakukan apapun yang aku bisa untuk membuatmu selalu tersenyum.
Aku tidak bisa berjanji untuk selalu tersenyum, karena hidup selalu memiliki cara untuk membuatku menangis.
Janjikan apa yang bisa kamu berikan. Kemudian lakukan lebih dari yang kamu janjikan.
Jika kamu tidak suka membuat alasan untuk permintaan maaf, maka berhentilah untuk membuat janji.
Orang bijak selalu menepati janji, tapi orang paling bijak adalah yang berhati-hati sebelum berjanji.
Jangan hanya belajar memenuhi janji. Tapi belajarlah juga cara untuk mengatakan “tidak” saat seseorang meminta kita untuk berjanji.
Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga, bila berbicara dusta, apabila berjanju ingkar, dan apabila dipercaya khianat.
          

Lebih Baik Diam tanpa Kata





    Jika kata tak lagi bermakna, lebih baik diam saja.
Lebih baik diam, daripada berkata pada perkara yang sia-sia.
Diam adalah bahasa terbaik ketika sedang kecewa dengan keadaan.
Aku terdiam bukan berarti aku takut, tapi aku diam untuk yang terbaik.
Lebih baik diam dengan rasa sayang, daripada tersakiti dengan harapan.
DIAM (mungkin begini lebih baik).
Lebih baik DIAM daripada konyol karena berkata tapi salah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini